Skip to content
Daftar To-Do
Tools

Daftar To-Do

Baru

Daftar centang tugas sederhana yang tersimpan otomatis di peramban Anda.

Quick templates

    Runs entirely in your browser. Nothing is uploaded.

    To-do list online gratis — tanpa login, tanpa akun

    To-do list online ini adalah task manager lengkap yang berjalan sepenuhnya di browser Anda — tanpa daftar akun, tanpa akun, tanpa berlangganan. Semua fitur langsung tersedia: tambahkan tugas dengan prioritas dan tenggat waktu, seret ke urutan yang masuk akal, centang saat selesai, dan filter dengan All, Active, atau Done. Semuanya tersimpan otomatis ke localStorage browser Anda, jadi daftar tugas Anda tetap menunggu saat Anda membuka tab berikutnya, bahkan setelah restart.

    Perbedaan praktis terbesar dari Todoist, Microsoft To Do, atau Google Tasks: Anda tidak pernah perlu login. Aplikasi-aplikasi itu mewajibkan akun dan menyinkronkan data Anda ke server. Paket gratis Todoist membatasi Anda hanya 5 proyek. Microsoft To Do mewajibkan akun Microsoft. Alat ini menyimpan semuanya di perangkat Anda — 100% privat, 100% lokal, dan sepenuhnya berfungsi offline begitu halaman selesai dimuat.

    Template harian dan mingguan untuk langsung memulai

    Baris Quick templates memberi Anda empat struktur siap pakai. Daily memuat rutinitas dari pagi hingga malam dengan blok fokus yang sudah ditandai prioritas High. Weekly memberi Anda perencana Senin hingga Jumat dengan prompt tinjauan tujuan. Study mencakup bacaan, tugas, persiapan ujian, dan slot belajar kelompok. Priority menerapkan tata letak terinspirasi Eisenhower: tugas Urgent+Important ditandai High, Important-tapi-tidak-mendesak sebagai Medium, dan item delegasikan-atau-abaikan sebagai Low.

    Setiap template menambahkan tugas ke daftar Anda yang sudah ada, bukan menggantinya, jadi Anda bisa menggabungkan struktur Weekly dengan beberapa item khusus proyek. Setelah dimuat, ganti nama atau hapus item template dan tambahkan milik Anda sendiri — lalu klik Print / PDF untuk mendapatkan to-do list yang bisa dicetak atau perencana harian yang rapi dan bisa dibawa offline.

    Drag and drop, prioritas, dan tenggat waktu

    Pegang handle di sisi kiri tugas mana pun untuk menyeretnya ke posisi baru — urutan baru tersimpan otomatis. Setiap tugas bisa membawa label prioritas: High (titik merah), Medium (titik kuning), atau Low (titik biru), ditampilkan sebaris. Tambahkan tenggat waktu dan tugas yang sudah lewat tenggatnya akan mengubah label tanggalnya menjadi merah agar tidak ada yang terlewat.

    Klik dua kali pada teks tugas mana pun untuk mengeditnya langsung di tempat. Label prioritas dan tenggat waktu terkunci di balik paket berbayar pada aplikasi seperti Any.do (prioritas) dan Todoist (tenggat waktu di paket gratis). Di sini semuanya gratis. Bersama-sama, tiga fitur ini — urutkan ulang, prioritas, tenggat waktu — mengubah checklist sederhana menjadi perencana harian sungguhan tanpa perlu server atau akun.

    Metode 3-3-3 — jaga daftar tugas Anda tetap realistis

    Satu cara praktis menggunakan to-do list apa pun adalah metode 3-3-3: setiap pagi, komit pada 3 tugas besar (harus dikerjakan, prioritas High), 3 tugas menengah (sebaiknya dikerjakan, prioritas Medium), dan 3 tugas cepat (bisa dikerjakan, prioritas Low). Itu membatasi daftar harian Anda pada sembilan item yang realistis, bukan backlog 30 item yang tidak pernah selesai.

    Template Priority memuat struktur ini untuk Anda — tinggal ganti nama tugas placeholder sesuai pekerjaan sungguhan Anda. Filter Active menyembunyikan item yang sudah selesai sehingga Anda hanya melihat yang tersisa, dan titik prioritas berwarna membantu Anda memilih tugas terpenting tanpa harus berpikir panjang.

    Perbandingan dengan Todoist, Notion, dan Google Tasks

    Todoist memang kuat tetapi paket gratisnya benar-benar terbatas: 5 proyek aktif, tanpa pengingat, tanpa filter. Notion adalah produk workspace lengkap — bagus untuk dokumentasi, berlebihan untuk sekadar daftar tugas. Google Tasks mewajibkan akun Google dan tidak punya fitur drag-to-reorder, prioritas, maupun penggunaan offline. Microsoft To Do mewajibkan akun Microsoft dan menyimpan data Anda di server Microsoft.

    Alat ini punya satu tugas: membiarkan Anda menyimpan daftar tugas secara privat, tanpa hambatan. Tanpa akun, tanpa sinkronisasi ke server, tanpa batas proyek, tanpa fitur terkunci. Jika Anda ingin sesuatu yang bisa dibuka di perangkat apa pun tanpa login — atau menginginkan aplikasi to-do list yang berfungsi sepenuhnya offline — ini adalah pilihan yang paling langsung.

    Cetak checklist, ekspor JSON, dan gunakan offline

    Klik Print / PDF dan dialog cetak browser Anda terbuka menampilkan hanya daftar tugas — semua kontrol disembunyikan, hanya baris bersih dengan kotak centang. Di browser modern mana pun, memilih 'Save as PDF' di tujuan printer memberi Anda to-do list yang bisa dicetak yang bisa Anda simpan, bagikan, atau isi dengan tangan.

    Gunakan Export JSON untuk mengunduh daftar Anda sebagai file cadangan dan Import JSON untuk memulihkannya di perangkat mana pun. Dark mode hanya sekali klik dan tersimpan antar kunjungan. Karena alat ini 100% berjalan di sisi klien, ia bekerja sepenuhnya offline setelah halaman dimuat — tidak perlu koneksi internet untuk menyimpan, mengedit, mencetak, atau mengekspor. Berfungsi di iPhone, Android, desktop, dan tablet.

    Psikologi di balik to-do list: efek Zeigarnik, dopamin, dan open loop

    Pada 1927, psikolog Soviet Bluma Zeigarnik mempublikasikan temuan yang telah membentuk ilmu produktivitas sejak saat itu: orang mengingat tugas yang terinterupsi atau belum selesai jauh lebih baik ketimbang tugas yang sudah tuntas. Ia memperhatikan bahwa pelayan restoran bisa menghafal seluruh pesanan yang belum dibayar dari ingatan, namun melupakan detailnya begitu tagihan dilunasi. Eksperimen laboratoriumnya mengonfirmasi pola ini — tugas yang belum selesai menempati keadaan aktivasi mental yang meningkat, sebuah fenomena yang kini disebut efek Zeigarnik. Implikasinya bagi kehidupan sehari-hari adalah setiap komitmen yang belum Anda tulis akan tetap berada di memori kerja, menguras sumber daya kognitif, memunculkan kecemasan tingkat rendah, dan bersaing dengan apa pun yang sedang Anda coba fokuskan sekarang.

    Menuliskan sebuah tugas menyelesaikan aktivasi tersebut. Otak menafsirkan catatan eksternal itu sebagai bukti yang cukup bahwa item itu tidak akan hilang, dan ia melepaskan cengkeraman mentalnya. Ini adalah mekanisme inti di balik konsep 'open loop' David Allen dalam Getting Things Done (2001): setiap komitmen yang belum dituliskan adalah open loop yang menguras RAM mental. Menutup loop dengan mengeksternalisasikannya ke daftar yang bisa dipercaya — kertas, aplikasi, atau sistem konsisten apa pun — terbukti secara terukur mengurangi beban kognitif dan kecemasan sekitarnya. Riset oleh Baumeister dan Masicampo (2011) memperluas karya Zeigarnik untuk menunjukkan bahwa sekadar membuat rencana spesifik untuk tugas yang belum selesai (menuliskannya dengan langkah konkret berikutnya) sudah menekan pikiran yang mengganggu, bahkan sebelum tugas itu selesai.

    Mencentang sebuah tugas memberikan imbalan neurokimianya sendiri. Menyelesaikan satu item diskret memicu pelepasan kecil dopamin di sirkuit imbalan otak — jalur yang sama yang terlibat dalam perilaku penguat lainnya. Inilah mengapa mencoret sesuatu dari daftar terasa memuaskan melebihi proporsi usaha yang dikeluarkan: otak secara harfiah memberi hadiah pada dirinya sendiri atas sinyal penyelesaian. Umpan balik itu juga menjelaskan mengapa memecah proyek besar menjadi sub-tugas kecil dan konkret menghasilkan kemajuan yang lebih cepat — setiap centang adalah mikro-imbalan yang menjaga motivasi selama apa yang jika tidak akan terasa seperti kerja tanpa akhir.

    Kerangka prioritas tugas: Matriks Eisenhower, MoSCoW, dan lainnya

    Tidak semua tugas setara, namun kebanyakan to-do list memperlakukannya seolah begitu. Matriks Eisenhower — dikaitkan dengan ucapan Presiden Dwight Eisenhower yang konon menyebut dirinya punya 'dua jenis masalah: yang mendesak dan yang penting' — memisahkan tugas menjadi empat kuadran. Mendesak dan Penting: kerjakan segera. Penting tapi Tidak Mendesak: jadwalkan dengan sengaja (kuadran ini berisi sebagian besar pekerjaan bernilai tinggi: strategi, hubungan, kesehatan, pembelajaran). Mendesak tapi Tidak Penting: delegasikan jika memungkinkan. Tidak Mendesak dan Tidak Penting: hilangkan. Wawasan kunci matriks ini adalah bahwa kemendesakan terasa seperti kepentingan tetapi sering kali bukan — mencampuradukkan keduanya adalah alasan paling umum mengapa pekerjaan bernilai tinggi tidak pernah selesai.

    Metode MoSCoW, yang banyak dipakai dalam pengembangan software Agile, menerapkan pembagian empat arah serupa pada requirement dan tugas: Must have (tidak bisa ditawar untuk sprint atau tenggat saat ini), Should have (bernilai tinggi tapi tidak menghambat), Could have (diinginkan jika waktu memungkinkan), dan Won't have (secara eksplisit ditunda, bukan dilupakan). Menamai kategori 'Won't have' adalah tindakan pengendalian scope yang disengaja, bukan kelalaian pasif. Untuk produktivitas pribadi, metode ABCDE yang dipopulerkan Brian Tracy menerapkan peringkat huruf: tugas A punya konsekuensi serius jika dilewatkan, tugas B punya konsekuensi ringan, tugas C tidak punya konsekuensi, tugas D harus didelegasikan, dan tugas E harus dihilangkan sepenuhnya. Mengerjakan tugas B atau C mana pun sebelum semua tugas A selesai adalah kegagalan disiplin yang paling bertanggung jawab atas penyesalan di akhir hari.

    'Aturan 25/5' Warren Buffett mengambil pendekatan yang lebih radikal terhadap prioritas. Kisahnya menyebutkan Buffett meminta pilotnya menulis 25 tujuan karier, melingkari 5 teratas, lalu memperlakukan 20 sisanya bukan sebagai daftar sekunder melainkan sebagai daftar yang harus dihindari secara aktif — karena tujuan-tujuan yang nyaris berhasil itu cukup menggoda untuk menuntut perhatian dan mengalihkan fokus dari lima hal yang benar-benar penting. Diterapkan pada daftar tugas harian: identifikasi dulu tiga hingga lima item paling berdampak, lalu jaga item itu dari pekerjaan yang tampak masuk akal tapi bernilai lebih rendah, yang selalu mengembang mengisi setiap slot yang tersedia. To-do list tanpa prioritas eksplisit hanyalah katalog kecemasan; yang diprioritaskan adalah instrumen pengambilan keputusan.

    Sejarah singkat pembuatan daftar: dari lempeng tanah liat hingga GTD

    To-do list lebih tua dari tulisan alfabet. Di antara dokumen tertulis tertua yang bertahan — lempeng tanah liat dari Mesopotamia kuno berusia sekitar 4.000 tahun — adalah daftar administratif: inventaris gandum, catatan kewajiban kerja, akun barang yang terutang. Daftar bukan hal sampingan dalam tulisan awal; daftar adalah alasan tulisan diciptakan. Kebutuhan kognitif untuk mengeksternalisasikan komitmen multi-item mendahului sastra, filsafat, dan matematika. Buku catatan Leonardo da Vinci, yang kini tersimpan di koleksi institusional di seluruh Eropa, berisi entri to-do yang terkenal — 'jelaskan lidah burung pelatuk,' 'jelaskan rahang buaya' — bukti bahwa kebiasaan menangkap tugas intelektual dalam bentuk daftar sama alaminya bagi seorang polimatik Renaisans seperti bagi pekerja kantoran modern.

    Industrialisasi kerja memberikan pembuatan daftar sebuah kerangka sistematis. Manajemen ilmiah Frederick Winslow Taylor (1911) memperkenalkan gagasan bahwa tugas kerja harus dipecah menjadi langkah-langkah diskret dan terukur — cikal bakal checklist proyek modern. Sosiolog Jerman Niklas Luhmann membangun seluruh kerajaan intelektual di atas kartu indeks fisik: Zettelkasten miliknya, sebuah kotak berisi 90.000 kartu indeks tulisan tangan yang diorganisasi berdasarkan gagasan yang saling terkait, menghasilkan puluhan buku dan membangun salah satu sistem paling berpengaruh untuk mengelola kerja intelektual sebelum era digital. Kartu indeks sebagai unit informasi yang diskret, portabel, dan bisa diurutkan ulang adalah nenek moyang analog dari item tugas digital.

    Gerakan produktivitas modern mengkristal dengan Getting Things Done karya David Allen (2001), yang terjual lebih dari 1,5 juta kopi dan melahirkan seluruh industri konsultasi dan software. Kontribusi utama GTD bukanlah daftar itu sendiri melainkan kebiasaan capture dan weekly review: mempercayai sistem eksternal cukup untuk benar-benar mengosongkan pikiran ke dalamnya, lalu meninjau dan memperbaruinya secara berkala agar sistem itu tetap bisa dipercaya. Tanpa tinjauan itu, to-do list membusuk menjadi daftar rasa bersalah. Dengan tinjauan, daftar menjadi otak eksternal yang bisa diandalkan — membebaskan memori kerja untuk pekerjaan kreatif dan analitis yang sungguh-sungguh membutuhkan perhatian manusia.

    Ilmu kognitif tentang prokrastinasi, dekomposisi tugas, dan perencanaan

    Prokrastinasi adalah kegagalan regulasi emosi, bukan kegagalan manajemen waktu — itulah konsensus dari lebih dari dua dekade riset yang dipimpin psikolog termasuk Pychyl dan Sirois. Orang menghindari tugas yang berasosiasi dengan emosi negatif: bosan, frustrasi, keraguan diri, kecemasan akan hasilnya. Tingkat kesulitan tugas bersifat sekunder; valensi emosionalnya adalah yang utama. Pembingkaian ulang ini punya implikasi konkret untuk to-do list: tugas yang ditulis sebagai 'tulis laporan kuartalan' bertahan di daftar selama berminggu-minggu bukan karena sulit, melainkan karena samar dan memicu kecemasan. Menuliskannya kembali sebagai 'buka dokumen dan tulis pengantar tiga kalimat' memberi otak sebuah aksi yang spesifik dan terbatas dengan awal yang jelas dan akhir yang terlihat, yang menghilangkan pemicu penghindaran emosional. Dekomposisi tugas — memecah tujuan abstrak menjadi aksi berikutnya yang konkret — adalah teknik anti-prokrastinasi paling efektif yang tersedia tanpa software, terapi, atau kemauan keras sama sekali.

    Aturan dua menit, yang dipopulerkan GTD, mengatasi kegagalan sebaliknya: mengelola berlebihan tugas-tugas remeh. Jika sebuah tugas hanya butuh kurang dari dua menit untuk diselesaikan, kerjakan segera daripada menuliskannya. Overhead menangkap, meninjau, dan memutuskan ulang lebih mahal daripada tugas itu sendiri. Diterapkan secara konsisten, aturan ini mencegah to-do list membengkak dengan mikro-item yang menciptakan ilusi hari yang produktif penuh. Terkait dengan ini adalah planning fallacy — kecenderungan manusia yang hampir universal untuk meremehkan berapa lama sebuah tugas akan memakan waktu, bahkan untuk tugas yang sudah berulang kali dikerjakan sebelumnya. Riset oleh Buehler, Griffin, dan Ross menetapkan bahwa orang tetap optimis soal linimasa mereka sendiri bahkan ketika mereka bisa mengingat kegagalan estimasi di masa lalu. Perbaikan praktisnya: tambahkan buffer 30–50% pada estimasi durasi mana pun, dan perlakukan 'selesai' sebagai 'selesai dan ditinjau', bukan sekadar 'dikirim'.

    Terakhir, tonggak temporal menjelaskan lonjakan pembuatan daftar dan penetapan tujuan yang terdokumentasi baik di awal minggu, bulan, tahun, bahkan ulang tahun — sebuah fenomena yang dinamai fresh-start effect (2014) oleh Hengchen Dai, Katherine Milkman, dan Jason Riis. Batas-batas psikologis ini menciptakan rasa bahwa kegagalan masa lalu adalah milik 'babak' sebelumnya, mengurangi beban inersia sebelumnya dan meningkatkan motivasi untuk memulai lagi. To-do list yang dibuat pada Senin pagi atau setelah liburan lebih ambisius dan lebih mungkin diikuti setidaknya selama beberapa hari ketimbang daftar yang dibuat di tengah minggu tanpa penanda transisi. Dengan mengetahui ini, Anda bisa merekayasa fresh start Anda sendiri: tinjauan Minggu sore setiap minggu, ritual 'perencanaan musim' setiap kuartal, atau sekadar memperlakukan pagi apa pun sebagai awal baru ketimbang kelanjutan dari kegagalan kemarin.

    Frequently asked questions

    Apakah to-do list ini gratis?

    Sepenuhnya gratis, tanpa perlu daftar akun, tanpa langganan, dan tanpa batas tersembunyi. Setiap fitur — drag-to-reorder, prioritas, tenggat waktu, dark mode, template, ekspor JSON, dan cetak — tersedia begitu Anda membuka halaman, tanpa pembayaran atau akun. Paket gratis Todoist membatasi Anda hanya 5 proyek; Microsoft To Do dan Google Tasks mewajibkan akun Microsoft atau Google. Alat ini tidak punya batas dan tidak butuh akun.

    Apakah saya perlu login atau membuat akun?

    Tidak. Sama sekali tidak ada sistem akun. Tugas Anda disimpan langsung ke localStorage browser di perangkat ini. Tanpa login berarti tidak ada server yang pernah menerima data Anda — daftar Anda selalu privat, selalu instan, dan berfungsi sama persis baik Anda sedang login ke hal lain atau tidak. Berbeda dari Todoist, Notion, atau Any.do, tidak ada apa pun yang perlu diautentikasi.

    Apakah tugas saya tersimpan otomatis?

    Ya. Setiap perubahan — menambah tugas, mencentangnya, mengedit, mengurutkan ulang, atau menghapus — tersimpan ke localStorage browser Anda seketika, tanpa jeda dan tanpa tombol simpan yang perlu ditekan. Tutup tab, matikan komputer, kembali seminggu kemudian: daftar Anda persis seperti saat Anda tinggalkan, termasuk prioritas, tenggat waktu, dan status selesai.

    Apa yang terjadi jika saya menghapus data browser saya?

    Tugas hanya disimpan di localStorage browser ini, jadi menghapus data situs atau cache di pengaturan browser akan menghapusnya. Sebelum melakukannya, klik Export untuk mengunduh cadangan JSON. Anda bisa Import file itu nanti — di perangkat ini atau perangkat lain — untuk memulihkan seluruh daftar Anda. Format JSON berupa teks polos, jadi mudah dibaca dan diarsipkan.

    Apakah to-do list ini berfungsi offline?

    Ya. Begitu halaman selesai dimuat, semuanya berjalan secara lokal di browser Anda tanpa panggilan jaringan. Anda bisa menggunakannya di pesawat, di gedung tanpa Wi-Fi, atau kapan pun Anda sedang offline — tugas tetap tersimpan ke localStorage dan setiap fitur berfungsi normal. Ini adalah perbedaan nyata dari alat berbasis cloud seperti Todoist, yang mewajibkan koneksi internet untuk sinkronisasi dan dalam beberapa kasus bahkan untuk dimuat.

    Bagaimana cara membuat to-do list saya?

    Ketik sebuah tugas di kotak 'Add a task' dan tekan Enter (atau tap Add). Secara opsional pilih prioritas — High, Medium, atau Low — dan tenggat waktu sebelum mengklik Add. Setelah ditambahkan, seret tugas dari handle-nya untuk mengurutkan ulang, klik kotak centang untuk menandai satu selesai, dan gunakan tombol filter All / Active / Done untuk memfokuskan tampilan Anda. Untuk struktur siap pakai, klik salah satu Quick templates: Daily, Weekly, Study, atau Priority.

    Bagaimana cara membuat daftar hal yang harus dikerjakan?

    Mulailah dengan mengetik tugas pertama Anda dan menekan Enter. Tambahkan sebanyak yang Anda perlukan — setiap item muncul di daftar di bawah. Gunakan template Daily atau Weekly untuk mendapatkan perencana harian atau checklist mingguan yang sudah dibangun sebelumnya, lalu ganti nama atau hapus item agar sesuai dengan tugas sungguhan Anda. Tandai item selesai dengan kotak centang seiring berjalannya waktu; filter Done menunjukkan kemajuan Anda sekilas.

    Apa itu aturan 3-3-3 untuk tugas?

    Metode 3-3-3 mengatakan: setiap hari, komit pada 3 tugas besar yang harus Anda selesaikan (prioritas High), 3 tugas menengah yang sebaiknya Anda selesaikan (prioritas Medium), dan 3 tugas cepat yang bisa Anda selesaikan jika waktu memungkinkan (prioritas Low). Itu membatasi hari Anda pada sembilan item realistis, bukan backlog yang membebani. Template Priority memuat struktur ini secara otomatis — tinggal ganti nama placeholder-nya dengan tugas sungguhan Anda.

    Bisakah saya mengurutkan ulang tugas dengan drag and drop?

    Ya. Setiap baris tugas punya handle drag di sebelah kiri. Pegang lalu jatuhkan tugas di atas atau di bawah tugas lain untuk mengurutkan ulang daftar Anda. Urutan baru tersimpan ke localStorage secara otomatis, jadi tetap ada saat Anda kembali. Di layar sentuh, sentuh-dan-tahan handle untuk mulai menyeret — sudah diuji di iOS Safari dan Android Chrome.

    Bisakah saya menetapkan tenggat waktu atau prioritas?

    Ya untuk keduanya. Saat menambahkan tugas, gunakan dropdown Priority untuk menandainya High (titik merah), Medium (titik kuning), atau Low (titik biru), dan gunakan date picker untuk menetapkan tenggat waktu. Keduanya muncul di kartu tugas. Tugas yang sudah lewat tenggat menampilkan tanggalnya dalam warna merah. Klik dua kali teks tugas mana pun untuk mengeditnya dan memperbarui salah satu detail setelah ditambahkan. Fitur-fitur ini terkunci di balik paket berbayar pada aplikasi seperti Any.do dan Todoist — di sini gratis.

    Apakah ada dark mode atau tema estetik?

    Ya. Klik toggle Dark mode di bagian atas alat untuk beralih ke tema gelap. Preferensi ini tersimpan di localStorage sehingga lain kali Anda membuka alat ini, ia tetap dalam mode yang Anda pilih. Dark mode mengurangi kelelahan mata untuk sesi perencanaan larut malam dan memberi daftar tampilan yang bersih dan estetik yang cenderung disukai pelajar dan minimalis.

    Bisakah saya mengekspor atau mengimpor daftar saya?

    Ya. Klik Export JSON untuk mengunduh seluruh to-do list Anda sebagai file JSON — tugas, prioritas, tenggat waktu, dan status selesai semuanya termasuk. Klik Import JSON dan pilih file yang sebelumnya diekspor untuk memulihkan cadangan atau memuat daftar dari perangkat lain. Import menambahkan tugas yang diimpor ke daftar Anda saat ini tanpa menghapus apa pun yang sudah ada.

    Bisakah saya menggunakan to-do list ini di ponsel saya?

    Ya. Alat ini sepenuhnya responsif: pada lebar layar berapa pun hingga 375 px tata letaknya menyesuaikan, semua tombol memenuhi pedoman ukuran target sentuh, dan date picker native di iOS dan Android bekerja dengan bidang tenggat waktu. Drag-to-reorder, dark mode, ekspor, dan cetak semuanya berfungsi sama di mobile seperti di desktop.

    Bagaimana cara mencetak to-do list atau checklist?

    Klik Print / PDF di bagian atas alat. Dialog cetak browser Anda terbuka dengan versi bersih dari daftar tugas Anda — kontrol disembunyikan, hanya tugas dengan kotak centang dan tenggat waktunya. Pilih 'Save as PDF' untuk mendapatkan PDF yang bisa dicetak. Muat template Daily atau Weekly terlebih dahulu untuk mencetak perencana harian atau checklist mingguan siap pakai.